3.30.2017

MEDITASI DAN KONDISI MEDITATIF

meditate
Meditasi yang sering diketahui adalah 'kegiatan yang dilakukan' seperti duduk tegak dalam hening, menutup mata, berkonsentrasi, fokus, visualisasi, dsb. Saya juga berpikir demikian awalnya, lalu ketika belajar praktek meditasi, seiring perjalanannya merasakan pengalaman yang berbeda dan tidak seperti yang saya ketahui pertama kali. Sambil belajar lagi tentang ini, saya membaca tentang meditasi yang bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja, di perjalanan, sewaktu berjalan, sewaktu bernapas, di kereta, mobil, dsb. Saya praktekan mulanya tidak terbiasa, seiring waktu melai terbiasa tapi belum benar benar memahami esensinya.
Kondisi meditatif
Ada cerita tentang keseharian seorang biasa yang mencuci baju, memotong kayu, mencuci piring, memasak, menyapu, dan kegiatan rumah lainnya. Dengan mencuci baju ia juga membersihkan jiwa, dengan memotong kayu ia juga memotong hal hal yang tidak diperlukan dalam kedamaian hatinya, dengan memasak ia mematangkan kebijaksanaan. Mempraktekkan hal ini saya masih belum mengerti esensinya.

Hingga suatu hari saya mengetahui tentang consciousness (kesadaran), ntah bagaimana semua menjadi terhubung dengan apa yang saya alami sebelumnya, yaitu tentang pikiran (mengajukan siklus pertanyaan-jawaban tak berujung) liar dan keadaan emosi yang sulit untuk dijelaskan. Mengetahui hal ini seperti menemukan 'missing piece', keping keping yang hilang dari yang selama ini dicari. Aneh ya, mencari sesuatu tapi tidak tahu apa yang dicari, ibarat mencari sesuatu yang tidak diketahui dalam gelap.

Apa itu meditasi?
Meditasi yang sebenarnya adalah rileksasi, bagaimana tubuh dan pikiran menjadi rileks, tenang. Jika selama ini menganggap konsentrasi yang ada hanyalah tekanan, paksaan, itu bukanlah meditasi. Dalam kehidupan yang cepat berubah manusia dituntut untuk multitasking, diburu waktu, secara perlahan mempengaruhi cara pikir manusia yang melupakan hal hal mendasar dalam diri, maka banyak orang tidak bahagia, menderita stres, depresi akibat tekanan dari luar dan dari dalam diri. Sejatinya manusia berada dalam kondisi terbaiknya ketika enjoy, rileks dan tenang. Disanalah kreatifitas dan ide ide bermunculan, intuisi juga lebih berkembang dalam keadaan sadar.


Meditasi bisa dilakukan dengan merilekskan tubuh dan pikiran, cara rileks bisa dengan bernapas secara sadar, sugesti diri. Pada saat itu emosi, sensasi tubuh atau pikiran muncul, hanya perlu menyimak dan membiarkan saja. Meditasi juga berarti bagaimana kita berada dalam kondisi aware, sadar, rileks-tetap terjaga, kondisi meditatif.

Aktivitas sehari hari, seperti makan, berjalan, mencuci, minum, bernafas, hal hal ini biasanya terjadi/dilakukan begitu saja tanpa kita benar benar menyadarinya (autopilot). Melakukan secara kesadaran penuh sama dengan meditasi, yaitu berada dalam kondisi meditatif. Melakukan aktifitas yang disukai juga bisa dilakukan dalam kondisi ini, contohnya menggambar, menulis, diycraft (buat saya adalah fun meditation :D)

pendengar yang baik
Menyimak, mendengarkan sepenuhnya merupakan kondisi meditatif
Tujuan Meditasi
Setiap orang mempunyai tujuannya masing masing ketika melakukan meditasi, menurut saya silakan saja berbeda tidak harus sama, bahkan jika hanya ingin mencoba. Selama perjalanannya, ini banyak mengubah persepsi saya, awalnya belajar meditasi dengan tujuan ingin mencari kedamaian, ingin mencapai ketenangan batin. Well, it sounds cheesy right? Yaa..begitulah adanya, haha. Apa yang terjadi.. semakin saya mencari semakin pula saya merasa banyak tidak tahu, semakin saya mencari kedamaian justru bukan damai yang didapat. Lucu ya bisa begitu..dari sini dapat pelajaran :)
Meditasi bukan ingin menjadi sesuatu/seseorang, atau ingin mendapatkan 'sesuatu', meditasi adalah perjalanan 'tanpa tujuan', menjelajahi apa yang sebenarnya telah ada dalam diri. Memahami apa yang terlupakan, membangunkan apa yang tertidur..
Saya juga masih belajar dan akan terus belajar, ntah apa lagi yang akan terjadi. Menuliskan ini bukan berarti benar atau salah (persepsi), pun ketika pertama kali memulainya merasa belum benar itu merupakan hal yang wajar, tiada benar atau salah yang ada hanyalah perjalanan..karena tiap orang berbeda beda, berbeda juga perjalanannya.

Terimakasih telah membaca, jika ingin berbagi tantang pengalaman meditasi silakan, salam cinta untuk semua makhluk :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...