3.27.2017

BUKA MATA= ANIMAL CRUELTY PADA INDUSTRI PANGAN FASHION KECANTIKAN DAN SENI

dibalik industri pangan fashion kecantikan kesehatan seni
Apa itu animal cruelty?
Tidakan kekejaman terhadap hewan, termasuk tindakan kekerasan yang disengaja terhadap hewan, mengabaikan atau kegagalan memberikan kesejahteraan hewan di bawah kendali seseorang. Kekejaman terhadap hewan tidak hanya melibatkan kerusakan fisik, juga psikologis hewan dalam bentuk keresahan, siksaan atau teror -www.rspca.org.au
Bentuknya bisa bermacam macam :
  • Menyiksa atau memukuli binatang
  • Membatasi atau mengangkut hewan dengan cara yang tidak pantas
  • Membunuh binatang dengan cara tidak manusiawi
  • Gagal untuk menyediakan makanan atau air yang sesuai atau cukup
  • Gagal untuk memberikan pengobatan yang tepat untuk penyakit atau cedera
  • Gagal untuk menyediakan kondisi lingkungan hidup yang tepat

Kekejaman pada hewan tidak hanya mencakup hewan peliharaan, tetapi juga hewan di alam liar dan hewan ternak. Mungkin banyak dari kita yang belum mengetahui bagaimana industri yang menghasilkan produk yang kita makan dan gunakan selama ini, beberapa diantaranya ikut ngambil peran dalam aktivitas animal cruelty. (Peringatan :Postingan ini akan panjang dan diantaranya terselip gambar yang tidak menyenangkan)

 

 Pangan dan Ternak

Yakin apa yang kamu masukkan ke dalam tubuh tidak mengandung unsur animal cruelty? Pada negara negara yang lebih aware dengan hal ini, ada sebagian peternakan lokal yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan (sustainable), biasanya peternakan ini juga memperhatikan pemeliharaan ternak hewan dan tumbuhan dengan baik. Mulai dari cara merawat, pememberian nutrisi, panen dan pemotongan. Petani dan peternak kecil di desa desa biasanya juga lebih memperhatikan hewan ternak dan pangannya dengan baik, karena masih bisa dikontrol dalam jumlah kecil.

Bagaimana dengan di Indonesia dan industri pangan besar? Bagaimana hewan ternak dalam jumlah puluhan hingga ratusan didalam rumah pemotongan itu diperlakukan? Hewan juga seperti manusia, punya perasaan yang bisa stress dan ngambek karena lingkungan yang tidak mendukung, Ketika mereka melalui itu, ada penolakan, apa yang dilakukan peternak atau petugas di rumah potong hewan? Apakah mereka tidak diseret, dipindah paksa, ditendang dan dicambuk sebelum disembelih? 

 

Kelezatan dan sensasi lidah! Itukah yang kita ketahui?

Sesungguhnya hewan ternak juga sama dengan hewan peliharaan manusia seperti kucing dan anjing. Yang kita tahu tentang hewan ternak adalah bagaimana akhir pada piring, soal cita rasa dan penggugah nafsu makan, tentang lezatnya sayap sayap dan paha paha ternak kecil diberi bumbu penyedap, adapula yang diberi level pedas tingkat tertentu dicocol saus keju. Kita tidak pernah bertanya asal muasalnya..
Unggas disuntik obat obatan khusus, dimodifikasi secara genetika agar cepat menjadi besar. Pertumbuhan daging berkali lipat dari yang seharusnya tidak sebanding dengan pertumbuhan kekuatan tulang yang menopang beratnya, sehingga tulang tidak kuat lagi menopang bebannya sendiri, terdiam lemas tidak bisa berdiri. Belum lagi unggas dalam jumlah banyak pada satu tempat tidak leluasa, ada yang saling mematuk dan saling menyakiti. Agar mengurangi kerugian jika ternak sakit karena saling mematuk, paruh paruh dipotong sedari piyik ;l

Anak yang baru menetas dalam hitungan jam langsung dipisahkan dari induknya untuk dikirim ke rumah potong. Dalam hitungan hari ayam ayam kecil ini digelontorkan dalam mesin berjalan. Dalam perjalanannya mereka saling bertubrukan, dijatuhkan dari tampungan satu ke tampungan besar lainnya yang lumayan tinggi jaraknya, tidak tahu apakah mereka kesakitan karena tulang-tulangnya patah, hingga di ujung perjalannya siap dipanen dagingnya.

anak ayam dan telur yang baru menetas
Dalam industri ternak, ayam jantan yang baru menetas tidak berharga karena sedikit daging dan tidak menghasilkan telur . Dalam satu tahun, 200 juta diantaranya dilemparkan ke tempat pembuangan agar mati, yang masih hidup lalu dibuang ke dalam mesin penggiling -PETA.org

"Oh itu kan di luar negeri bukan di Indonesia"
Pada tahun 2012 pemerintah Australia sempat menghentikan ekspor sapi ke Indonesia karena sapi sapi mereka diperlakukan tidak manusiawi.

keadaan sapi potong di Indonesia
Keadaan sapi di Surabaya. Ga kebayang sakitnya seperti apa mereka diperlakukan seperti ini :(
Dimana hati nurani wahai manusia..? Source
Video di bawah ini diinvestigasi oleh oragnisasi aktivis Australia pada beberapa rumah potong hewan di Jakarta. Sebelum dipotong sapi sapi ini ada yang dicambuk kepalanya, ditendang, dipukuli. Apa yang dilakukan sapi yang telah diikat tidak berdaya, hanya tertunduk. Yang paling kejam adalah ketika dalam 1 ruang sapi sapi hidup melihat sapi yang disembelih dan dikuliti. Terlihat bagaimana bahasa tubuh sapi terakhir yang gemetar ketakutan menunggu gilirannya...
Warning : jangan menonton bagi yang soft heart dan ga kuat dengan kekejian :(

Sapi adalah hewan yang emosional dan sensitive, mereka tahu dan mempunyai memori pada siapa yang berbuat jahat kepadanya (bisa coba baca tentang psikologis sapi). Saya sendiri pernah melihat sapi yang menangis, pernah juga diceritakan tetangga saudara yang berternak sapi, kakinya patah akibat ditendang sapinya sendiri. Dia bilang memang pernah menendang sapinya karena suatu hal. Well, binatang juga punya perasaan..

 

Sertifikasi halal?

Beberapa peneliti meriset bahwa penyembelihan secara syariat Islam meminimalisir rasa sakit dibanding metode Barat (sumber). Label halal diberikan jika memenuhi syarat syarat pemotongan sesuai dengan syariat Islam, intinya tidak melakukan kekerasan dan membuat hewan takut sebelum disembelih. Nah tentang halal ini kita tanya jawab yuk..

Pertanyaan pertama...
Tahukah daging yang kita konsumsi berasal dari pejagalan mana?
"Nggak tahu, tapi tulisan di kemasan labelnya halal" Oke..lompat ke pertanyaan 3.
"Saya membeli dipasar/supermarket/jajan di warteg" berarti tidak jelas asal usulnya, jawabannya tidak tahu. Dari pejagalan Indonesia kah, luar negeri kah? rumah potong bersertifikat halal kah, rumah potong yang tidak bersertifikat halal kah? No clue.
Pertanyaan lanjutan ke2...
Apakah semua rumah potong di Indonesia berlabel halal?
Jawabannya tidak.
Pertanyaan lanjutan ke3...
Apakah yakin rumah potong yang sudah bersertifikat halal pada prakteknya sejalan labelnya, apakah penyembelih pada prakteknya berkompeten melakukan sesuai syariat Islam?
"Bukan urusan gue itu urusan MUI" Benar, tapi melihat video di bebrapa pejagalan (jakarta) di atas bukan praktek halal, perihal pejagalan itu ada sertifikat halal atau tidak, daging yang didistribusikan dari sana jelas tidak halal. Kita nggak tahu kemana daging daging itu berlabuh ke perut siapa kan.. Oke, jika halal itu tertulis di kemasan dan papan itu tanggung jawab MUI. Namun jika tidak tertulis seperti dalam jawaban pertanyaan pertama, membeli di pasar/supermarket/jajan antah berantah maka tidak tahu status daging itu..
Pertanyaan terakhir...
Yakinkah apa yang masuk ke dalam tubuhmu tidak termasuk ada bagian penyiksaan hewan?
Pertanyaan penutup ini dijawab hati masing masing aja ya :)
No right or wrong because they are all perception, but there is a truth.

Bagi yang merasa ada keraguan, bisa baca tentang Islam, vegetarian dan vegan di:
www.animalsinislam.com/halal-living/fatwas/

Apakah kita aware dengan apa yang masuk kedalam tubuh kita?
Kita dapat memulainya dengan mencari tahu bagaimana bahan mentah diperoleh, proses apa saja yang dilalui bahan makanan mentah sebelum masuk ke dalam tubuh. Cara paling mudah adalah dengan mengurangi/memberhentikan konsumsi, pemakaian produk produk hewani, menggantinya dengan alternatif lain non-hewan, bisa juga dengan pemaikan produk/bahan makanan yang mensupport animal cruelty free ;)

Fashion Baju, Tas, Jaket, dan Aksesoris


beli tas jaket kulit hewan asli
Tidak cukup 1 ekor hewan untuk membuat 1 item produk
Kulit dan bulu hewan terkenal keindahan corak alaminya yang dibuat alam, unggul pada sisi keawetan dan kekuatan menambah nilai jual. Nilai jual tinggi dibanding produk buatan/sintesis menaikan tingkat kebanggaan bagi sebagian manusia yang menggunakan produk dari kulit dan bulu hewan. Dari yang umum digunakan kulit buaya, kulit ular, pari, domba, sapi, hingga Antelope Tibet yang terancam punah, karena untuk menjadikan sebuah syal harus membunuh 3-5 Antelope Tibet!
Warning : jangan menonton bagi yang soft heart dan ga kuat dengan kekejian :(
Sebelum dibunuh, dilempar,ditendang, dipukuli, apakah itu tujuan mereka hidup ?

sepatu kulit asli
Bulu dipangkas alat cukur, kulit juga terpangkas. Source
keadaan domba kambing
Mereka masih tersenyum walaupun teliganya dilubangi, ekor dipotong dan dibiarkan  begitu saja :( Source
animal cruelty free-vegan
'Siapa' yang kamu kenakan? Source
tas kulit buaya jaket kulit

Asli lho ..!
Pernahkah ketika kamu membeli produk fashion, mendengar percakapan pembeli dan penjual seperti ini :
  • "Ini produk jaket kita terbaru, kualitas jangan ditanya, asli dari bulu domba!" 
  • "Yang ini aja bagus, sepatu terbaik kami.. asli kulit sapi lho sis" 
  • "Mba, aku nggak mau yang bahan sintesis, mau yang asli kulit dong.. "
Percakapan ini mengindikasikan dalam masyarakat masih banyak yang beranggapan bahwa fashion dari kulit/bulu asli mempunyai "kasta" jauh diatas bahan sintesis atau bahan alternatif lainnya. Dahulu pemahaman saya juga sama, terasa lebih wah jika menggunakan fashion yang asli kulit/bulu hewan. #hiiiiy. Pemahaman ini lahir karena banyak orang yang terdoktrin kasta fashion, apa yang "asli" lebih baik dari yang buatan. Faktanya enggak juga, banyak brand yang tidak memakai bahan binatang tapi menghasilkan produk berkelas.

Influence others~
Ironis ketika lenggak lenggok beragam produk fashion dari penyiksaan hewan berkedok kemewahan ini bertebaran di media sosial selebriti maupun orang biasa. Adakah yang mencari tahu bagaimana dibalik produk fashion ada diantaranya darah yang mengalir dan rasa sakit untuk membayar sebuah kepuasan?

Walau begitu masih ada beberapa aktris inspiratif seperti Emma Watson yang aware dengan apa yang ia kenakan. Berkebalikan dengan pemakaian produk yang menyiksa hewan, Emma mengkampanyekan fashion yang lebih ramah lingkungan, sustainable dan free animal cruelty. Love you Emma!
sayangi binatang
Andaikan selebriti di Indonesia menggunakan pengaruhnya kepada pengikutnya untuk lebih aware dengan lingkungan :') Faktanya banyak yang menggunakan pengaruhnya justru pada produk produk yang tidak ia tahu asal usulnya untuk diendorse, huehehehe...
fashion emma watson
Just like Emma, No animal were harmed to be beautiful and elegant :)
Pemakaian produk fashion yang tidak dihasilkan dari kulit dan bulu hewan, maupun pemakaian produk sintetis tidak akan merendahkan status seseorang~ eh, apa itu status, apalah arti status jika ikut ambil andil dalam penyiksaan? hmm..

Produk Kecantikan (kosmetik, skincare, perawatan tubuh)

Produk kecantikan dibuat dari bahan bahan yang disatukan untuk suatu formula tertentu, penyatuan bahan bahan ini (apalagi bahan bahan yang berbeda jenisnya banyak) menimbulkan kemungkinan ketidakcocokan bahan satu dan lainnya. Kemudian untuk menguji apakah formula ini aman digunakan pada manusia dan reaksi lainnya, maka dilakukan animal testing. Animal testing termasuk dalam animal cruelty, beberapa negara seperti di kawasan Uni Eropa melarang hal ini dan hukumnya illegal untuk produk kecantikan.

Ingredients produk kecantikan juga ada yang menggunakan sumber dari hewani, seperti minyak hewani, susu dan turunannya. Seperti pada bahasan Pangan dan ternak sebelumnya, apakah kita tahu bagaimana hewan hewan itu diperlakukan dengan benar sebelum diambil "bagiannya"?
kelinci percobaan dalam kecantikan
Mereka-kah tokoh berjasa dibalik rahasia cantikmu?
Perusahaan kosmetik bisa membuat kandungan bahan kimia lebih minimalis, sustainable, dan pemilihan bahan dasar yang memang tergolong aman untuk manusia. Tapi justru banyak produk kosmetik mengandung zat-zat yang sebetulnya tidak diperlukan kulit, dimaksudkan untuk mengunggulkan tampilan dan nilai jual, misalnya penambahan fragrance sintesis, pewarna, emulsi supaya tekstur dan kekentalan pas, zat penyatu dsb.

Yah..perusahaan memproduksi itu karena bagian dari permintaan pasar. Tiada permintaan tiada penawaran. Dari sini sebenarmya dapat terlihat brand/produk mana yang benar benar berkomitmen dengan kesehatan manusia (konsumennya) dan yang cuma jual produk. Pemilihan dikembalikan pada individu masing-masing, oleh karena itu kuncinya ada di kita sebagai konsumen, belajar lebih aware atas apa yang digunakan.
sudah amankah makeup dan skincare mu dari animal testing
Beauty is not harming animals
Pro-kontra Animal Testing
Animal testing dilakukan pada hewan seperti tikus, kelinci, anjing, burung, kucing, katak, monyet, dsb. Zat zat dimasukkan ke dalam tubuh hewan dengan disuntik, ditetesi pada mata, dipaksa memakannya, diolesi (pada kulit yang telah dicukur bulunya atau luka terbuka yang disengaja), menanamkan zat/benda asing di tubuh hewan. Lembaga yang melakukan animal testing masih banyak yang tidak memperlakukan hewan percobaan dengan baik (dipukul, ditendang, dirantai), keadaan kandang tidak layak, tidak memberikan obat anestesi atau penghilang rasa sakit pada hewan ketika dibedah dan dipotong kulitnya.
penyiksaan hewan

monyet yang terluka tetap melindungi anaknya
Bagaimana reaksi induk monyet melindungi anaknya sama seperti manusia yang ingin melindungi anaknya. Monyet sering dijadikan percobaan karena kemiripannya dengan manusia, tapi justru semakin mirip seperti menyiksa dan membunuh manusia bukan? - Image from Peta

Sebenarnya animal testing cakupannya luas merujuk science dan kesehatan. Jika ditanyakan pada pemikiran, animal testing (walaupun dalam kadar kecil) bermanfaat bagi ilmu pengetahuan. Jika ditanyakan pada hati nurani, tidak terasa benar, banyak penderitaan dan serangkaian tes yang berbahaya bagi hewan. Sebagian peneliti mengungkapkan bahwa animal testing tidak bisa dipertanggungjawabkan hasilnya, karena reaksi yang muncul pada hewan eksperimen belum tentu sama pada manusia. Percuma juga kan...

Berita baiknya, ada program 3 R, Reduction, Refinement, and Replacement untuk animal testing di dibidang science. Selengkapnya bisa dibaca disini

Bagaimana menjadi konsumen cerdas?
Agak sulit memang jika harus cek pada setiap produk rumah tangga yang kita gunakan, tapi kita bisa belajar untuk memulainya langkah kecil dengan :
  • Mencari info dan belajar memahami ingredients yang tertulis pada kemasan.
  • Sebisa mungkin pilihlah kandungan yang minimalis, tidak banyak campuran bahan berbeda.
  • Produk dengan minim bahan hewani lebih baik :)
  • Membuat skincare dan kosmetik sendiri (bagi yang senang eksperimen dan mencoba hal baru)
  • Memakai produk yang mensupport animal cruelty free.
Merk skincare dan kosmetik lokal yang mendukung animal cruelty-free ada Bali Ratih, Sensatia Botanicals, Utama Spice. Saya udah coba produk produk ini, selain animal cruelty-free, untuk Utama Spice dan Sensatia Botanicals kandungannya benar-benar natural dari alam dan vegan (tidak ada produk hewani seperti susu, madu dan turunannya), tentunya juga lebih aman karena no paraben, no phthalate, no silicon and sulfate :) Plus tidak memakai minyak sawit yang merusak hutan pada produknya. Love love! Untuk brand internasional yang mudah ditemui adalah Lush, Wet n Wild, The Body Shop. Maaf saya minim info tentang merk skincare &kosmetik lainnya di Indonesia apakah animal cruelty free atau tidak..kalau ada yang tahu bisa dishare disini :)

Apakah yang berlogo vegan sudah tentu animal cruelty free?
Logo vegan diberikan jika tidak menggunakan bahan dari binatang dan produk turunannya termasuk susu, madu dan telur. Sedangkan logo animal cruelty free diberikan jika tidak dilakukan animal testing pada produknya. Tapi ada juga perusahaan yang "nakal" mengklaim tidak melakukan animal testing pada produknya, tapi sebenarmya mereka melakukan animal testing pada bahan bakunya sebelum jadi produk. Lha sama aja dong..


Seni dan dekorasi

Berdasarkan data ada sekitar 20.000 gajah dibunuh pada tahun 2015. Apa alasan perburuan dan pembunuhan gajah jika bukan karena permintaan yang besar akan gadingnya? Kolektor menawarkan sejumlah materi besar, mereka menganggapnya itu alah bagian dari karya seni dan dekorasi. Gading pada gajah berfungsi untuk perlindungan sang gajah sendiri ketika ia hidup, bukan sebagai seni dan dekorasi ukiran untuk dipajang. SMH.

Jika gading gajah dimanfaatkan manusia ketika sang gajah telah mati secara alami tidak apa apa, tapi permintaan pasar tidak sebanding dengan kematian alami gajah, maka pembunuhan gajah akan terus dilakukan sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab.
Sekitar 300 gajah dibunuh massal di Bouba Ndjidah National Park, Cameroon pada tahun 2012. 
Pemburu menggunakan granat dan senapan api- National Geographic, photo by Brent Stirton
Ada burung burung dan serangga yang diawetkan dengan cairan kimia dalam keadaan hidup, ada yang membuat film mengabaikan hewan yang menjadi bagian dari filmnya hingga menjadi stress dan mati, ada yang membuat pameran seni menampilkan bagaimana ikan dalam blender akan menghasilkan keindahan pencampuran warna ketika blender dinyalakan, dan seni instalasi lainnya yang melibatkan hewan hidup. Untuk melihat artist vs animal bisa dibaca disini.

Cantik mana hayo..Kupu kupu terbang hinggap di bunga pekarangan atau 9000 kupu kupu di lem di tembok?
Apalah arti seni, dipajang dengan bangganya padahal yang diagung agungkan itu terselip bagian kekejian manusia, tangan yang menyiksa dan membunuh. Itukah nilai dari suatu seni? Sungguh saya tidak tahu lagi definisi seni bagi masing masing orang. Sejauh yang saya tahu orang seni itu lebih tajam perasaannya, sensitive/peka terhadap makhluk hidup dan keberlangsungan alam. IMO menjadikan penyiksaan hewan sebagai seni dan dekorasi sangat, sangat dan sangat jauh dari kata seni.

Peralatan rumah tangga

Banyak alat rumah tangga furnitur, hobi, dsb yang berbahan dasar dari hewan. Seperti bola basket, jok tempat duduk, karpet, dan sebagainya. Produk sintesis memang tidak sepenuhnya bisa menandingi kualitas dari apa yang sudah dibuat alam. Akan tetapi dalam hal ini tidak mengganggu, menyakiti makhluk lain.

---------------------------------

Manusia memang makhluk paling sempurna, dianugerahi pikiran dan akal budi. Akan tetapi manusia tidak bisa menyombongkan diri karena manusia pun mempunyai keterbatasan. Manusia mana yang bisa terbang, manusia mana yang bisa melihat dalam gelap gulita, manusia mana yang bisa bernafas dalam air.. Manusia butuh alat untuk melakukan itu semua, alat dirancang dengan mempelajari alam dan meniru cara kerja hewan.

Tulisan ini bukan bertujuan mengesankan defensif /untuk menolak semua produk produk dari hewan, melainkan untuk menyampaikan keadaan yang belum kita ketahui. Kita bisa perlahan belajar mengamati, belajar untuk lebih peduli dengan apa yang terjadi. Peduli dengan tidak hanya melihat hasil produk akhir yang kita terima, tapi bagaimana perjalanannya hingga kita menerima produk itu.

Kembali pada kesadaran masing masing, ini semua tentang belajar untuk lebih sadar atas apa yang kita pakaikan, apa yang kita gunakan, dan juga apa yang kita masukan ke dalam tubuh. Alangkah lebih bijak jika membuka mata dan hati dikala sebagian dunia mulai buta, tuli dan tertutup nurani..

Hewan seperti manusia, punya perasaan cinta pada anak anaknya, pada kelompok sejenisnya, bahkan pada makhluk lainnya, yaitu manusia termasuk didalamnya :)
Terimakasih telah membaca tulisan ini, jika ingin berdiskusi bisa tuliskan di komentar, jika dirasa bermanfaat silakan dishare, sampaikan kesadaran animal cruelty-free di kehidupan kita. Salam cinta untuk seluruh makhluk ;)

Bacaan :
https://www.rspca.org.au/animal-cruelty 
http://www.peta.org/issues/animals-used-for-food/factory-farming/chickens/
http://www.mirror.co.uk/news/uk-news/secret-film-exposes-chicken-factory-1338652 
https://www.theguardian.com/environment/2016/aug/12/why-the-guardian-is-spending-a-year-reporting-on-the-plight-of-the-worlds-elephant-population#img-1 
http://www.peta.org/issues/animals-used-for-experimentation/
http://www.abc.net.au/news/2013-01-07/anger-over-indonesian-pictures-of-cattle-mistreatment/4455902
http://www.republika.co.id/berita/koran/halaman-1/16/05/19/o7ews91-rph-bersertifikat-halal-langka
http://www.humanesociety.org/issues/cosmetic_testing/qa/questions_answers.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...