Tampilkan postingan dengan label deru debu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label deru debu. Tampilkan semua postingan

5.08.2017

PAGIMU SENJAKU

(Sebuah dialog)

Kau bilang senja penuh keindahan. Iyakah?
Lihat. Riuh kendaraan semakin seru meneriakkan keinginan untuk bertolak pulang, melepas rindu dengan orang tersayang. Itu wajah atau pakaian? keduanya sama sama lusuh berantakan..

Pagi penuh harapan, senja penuh peluh kelelahan.. begitukah maksudmu? 
Senja memang tak sesemangat pagi, sesemangat diri menyongsong perubahan. Tapi pagi pun tidak seindah senja, seindah hasrat untuk beristirahat. 

Huh?


Sebentar.. Senja versiku ketika diri adalah damai yang dicari jauh kemana mana. Ketika sendiri adalah keseluruhan, bagaimana tidak? Burung menyanyikanmu lagu lagu terapi, angin menyentuh dalam kehangatan, langit yang tak kenal lelah, oh dengan sabarnya menanggapi pikiran liar.

Tapi hidup itu tak melulu soal senja bukan..?

Yup. Ada pagi dan senja, tak jadi masalah...

Lalu kemanakah malam?
Tak usahlah repot mencari gelapnya malam, itu sudah ada dalam dirimu

4.14.2017

ISU AGAMA, SUKU, RAS, KEBANGSAAN DAN KEBENARAN UNIVERSAL

isu sara dan politik

Its not about religion, neither race nor nationality. It is about humanity, universal language that "speaks" in every human being, lies in everyone's heart. It is sad to see that many people nowadays like or hate other people because of that things. Insulting others, hurting, killing many people, or call each other as brother and sisters--help each other just because they are in the same 'group'.

Well, religion, race, nationality thats just an identity, label, tag, cover, whatever..
They are boundaries, limitation of our true nature.
What is the point? What is the meaning?

Identity and label are seen with eyes, which is blind us from the source. The truth that lies within our soul are far more than just a bunch of identity and labelling. See with heart, not with eyes.

Bless us all :)

2.13.2017

CERITA CERITA TENTANG ENYAH


Yang dia tahu cukup dengan santainya melakukan hal hal yang disuka, si naif kecil yang mengikuti kata kata hatinya. Merasakan teguk, tetes demi tetes kecil dari luasnya samudera kehidupan. Tumbuh di dunia penuh keragaman yang juga diseragami. Diajarkan pula oleh dunia akan hidangan-hidangan utama.

2.08.2017

KEPADA SIAPA?

Rakyat mengeluh pada pemimpin.
Pemimpin mengeluh kepada?
...
Ah,
Rupanya satu dekade lampau masih tidak cukup untuk menumpahkan gundah & pemanis citra. 
Dibutuhkan perhatian dari Sabang hingga Merauke untuk pemuasan semunya. 
Dibutuhkan rakyat untuk menjadi saksi pertunjukannya. 
Satu akhir terpenting, dibutuhkan bermacam variasi media dan teknologi terkini untuk menjadi perantaranya.

Satu berimbas pada ratusan juta. 
30x30cm menimbulkan retak menjalar hingga bermil mil jauhnya.
Sebegitu besar efek yang ditimbulkan.
Adakah pikirannya terlintas? Adakah hatinya tergerak? 

1.29.2017

DISTRAKSI PIKIRAN DAN JELMAAN


Oh..
Terlalu banyak hal penting yang harus diingat, tentang ini, itu, ditambah desakan sesumpalan yang tercapkan prioritas.

Dengan santainya mereka menghilang ketika dicari, menantang bermain permainan kegemaran. Petak umpet namanya, supaya diketemukan. Menjelma menjadi hal hal tidak penting yang bertebaran dipikiran.

Akupun lupa dengan apa yang kucari, terdistraksi jelmaan tidak penting oleh pikiran sendiri, dengan hebatnya dilengkapi kemampuan bersembunyi.

---berhentilah

8.05.2016

PEREMPUAN DAN LANGIT




Suatu hari seorang perempuan duduk terdiam memandangi langit, ia bertanya dalam hatinya
"hey langit.. jika aku berada disini apa kau terus mengawasiku? 
betapa indahnya dirimu sore ini.. 
ketika aku memandangmu, 
terkadang aku merasa iri melihatmu
andaikan aku bisa terus disini, hanya bersamamu wahai langit.."


Ditemani skecthbook, sebuah earphone dan handphone yang mengalunkan melodi,
mereka layaknya teman hidup yang selalu setia dan sabar menghadapinya
Ia pun mulai menggoreskan pensil lusuhnya di atas kertas
Tak peduli akan hingar bingar sore itu, toh terlalu asyik dengan irama hatinya
ditambah kicau burung gereja ramai yang tertangkap oleh indera pendengarannya
melebur bersama melodi musik dan nuansa damai yang dirasakannya
Angin berhembus silir, menemaninya tenggelam dalam kesenangan imaji dan realita..

Sendiri.. menikmati waktu bersama indahnya langit


(Diambil dari catatan lama yang tertimbun diantara tulisan kacaunya)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...